Cara Menggunakan Multitester Dengan Benar

2 min read

Dosenotomotif.com – Multimeter merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk mengukur Ohm (Hambatan/resistansi), Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), didalam satu unit. Multimeter sering disebut dengan istilah Multitester ataupun AVOMeter (Ampere Volt Ohm Meter).

Dipasaran terdapat 2 jenis Multimeter untuk menampilkan hasil pengukurannya yaitu jenis Analog Multimeter (AMM) dan jenis Digital Multimeter (DMM).

Sehubungan dengan perkembangan zaman tuntutan akan keakuratan nilai pengukuran serta kemudahan pemakaiannya dan didukung dengan harganya yang semakin terjangkau.

Multimeter (multitester) jenis atau Digital Multimeter (DMM) memang lebih populer serta lebih banyak dipergunakan oleh para mekanik sepeda motor dan Teknisi Elektronika atau penghobi Elektronika.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, kini sebuah Multimeter ataupun Multitester tidak hanya dapat mengukur Voltage, Ampere, dan Ohm atau disingkat dengan AVO.

Kemampuan Pengukuran Multimeter (Multitester)

Akan tetapi dapat juga mengukur Kapasitansi dan Frekuensi serta Induksi dalam satu unit terutama pada Multimeter Digital. Berikut ini Beberapa kemampuan pengukuran Multimeter (Multitester) yang terdapat di pasaran antara lain :

  • Satuan pengukuran Volt, Voltage (Tegangan) AC dan DC
  • Satuan pengukuran Ampere, Current (Arus Listrik)
  • Satuan pengukuran Ohm, Resistance (Hambatan)
  • Satuan pengukuran Farad, Capacitance (Kapasitansi)
  • Satuan pengukuran Hertz, Frequency (Frekuensi)
  • Satuan pengukuran Henry, Inductance (Induktansi)
  • Pengukuran dan Pengujian Dioda
  • Pengukuran dan Pengujian Transistor

Bagian-bagian Penting Multimeter

Bagian-bagian Penting Multimeter / multitester

Bagian penting multimeter / multitester

  1. Saklar Selektor
  2. Display
  3. Probe

Cara Menggunakan Multitester

Berikut ini adalah cara menggunakan Multimeter untuk mengukur beberapa fungsi dasar dari Multimeter seperti Volt Meter untuk mengukur tegangan, Ampere Meter untuk mengukur Arus listrik serta Ohm Meter untuk mengukur Hambatan atau Resistansi.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Bunyi Pada Rem Cakram Dengan Benar

1. Cara Mengukur Tegangan DC (DC Voltage)

  • Aturlah terlebih dahulu Posisi Saklar Selektor ke DCV
  • Pilihlah skala yang sesuai dengan perkiraan tegangan yang mau diukur. Jika anda ingin mengukur  tegangan 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt untuk atau khusus (Analog Multimeter)
    Penting : Jika tidak tahu tingginya tegangan yang ingin diukur, maka disarankan memilih skala tegangan yang lebih tinggi voltasenya untuk menghindari terjadinya kerusakan pada multimeter.
  • Hubungkan probe pada terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada diterminal Positif (+) serta Probe Hitam pada terminal Negatif (-). Berhati-hati agar jangan sampai terbalik.
  • Kemudian Bacalah hasil pengukuran pada Display Multimeter.

2. Cara Mengukur Tegangan AC (AC Voltage)

  • Atur terlebih dahulu Posisi Saklar Selektor ke ACV
  • Pilih skala yang sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan anda ukur. Jika ingin mengukur tegangan 220 Volt, maka putar saklar selector ke 300 Volt khusus untuk (Analog Multimeter)
    PentingJika tidak mengetahui tingginya tegangan yang akan diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan tertinggi untuk menghindari terjadinya kerusakan pada multimeter.
  • Hubungkanlah probe ke terminal tegangan yang diukur. Untuk Tegangan AC, tidak terdapat polaritas Positif (+) dan Negatif (-).
  • Kemudian Bacalah hasil pengukuran pada Display Multimeter.

3. Cara Mengukur Arus Listrik (Ampere)

  • Atur terlebih dahulu Posisi Saklar Selektor ke DCA
  • Pilih skala yang sesuai dengan perkiraan arus yang akan anda ukur. Jika Arus yang akan anda diukur adalah 100mA maka harus putarlah saklar selector ke posisi 300mA (0.3A). jika besar arus yang diukur melebihi skala yang anda dipilih, maka sekering dalam Multimeter akan putus. Maka harus menggantinya sebelum kita akan memakainya lagi.
  • Putuskan terlebih dahulu Jalur catu daya (power supply) yang telah terhubung ke beban,
  • Kemudian lanjutrkan dengan hubungkan probe Multimeter pada terminal Jalur yang telah kita putuskan tersebut. Probe Merah hubungkan ke Output Tegangan Positif (+) serta Probe Hitam hubungkan ke Input Tegangan (+) Beban atau Rangkaian yang akan diukur.
  • Kemudian Baca hasil pengukuran di Display Multimeter

4. Cara Mengukur Resistor (Ohm)

  • Atur terlebih dahulu Posisi Saklar Selektor pada posisi Ohm (Ω)
  • Pilih skala yang sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan anda ukur. Biasanya diawali dengan tanda “X” artinya adalah “Kali” khusus (Multimeter Analog)
  • Hubungkanlah probe ke komponen Resistor, tidak adanya polaritas, jadi boleh terbalik.
  • Kemudian Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

Demikian cara menggunakan meultitester semoga bermanfaat, terimakasih sudah mengunjungi artikel ini.